GERAKAN PENGENDALIAN OPT, UPAYA SELAMATKAN PRODUKSI PADI PETANI
Berbah, Senin (31/08/2020) petugas UPTD BP4 wilayah VII bersama petani di kelompok tani Among Kismo, Blendangan Tegaltirto Berbah, melakukan pengubinan padi di bulak Blendangan. Hadir pada kesempatan itu Kepala UPTD BP4 wilayah VII Ir Akhid Saikhu, MMA, Kepala Tata Usaha UPTD BP4 wilayah VII Aries Fibrianto, S.P. beserta seluruh PPL kecamatan Berbah dan petugas pengamat organisme pengganggu tumbuhan kecamatan Berbah serta anggota kelompok tani Among Kismo.
Ubinan dilakukan dengan sampel 4 lokasi dalam satu bulak atau satu hamparan. Dari hasil sampling ubinan yang dilakukan, diperoleh hasil masing-masing 5 kg, 3,85 kg, 4,5 kg dan 4,75 kg. Dari hasil tersebut diperoleh rata-rata 4,53 kg. Sehingga kalau dihitung produktivitasnya maka diperoleh hasil 7,25 ton per hektar.
Hasil ini tentu sangat menggembirakan petani kelompok Among Kismo mengingat di awal pertumbuhan, padi mereka sebagian besar terserang penyakit kresek (BLB) dan tekluk (Pyricularia oryzae sp). “Kami sangat senang dan berterima kasih kepada para petugas yang sudah bekerja keras membantu kami mengatasi penyakit yang menyerang padi kami, sehingga kami bisa panen seperti sekarang ini,” demikian ungkap Parimin, ketua kelompok Among Kismo Blendangan. “Awalnya kami pesimis apakah kami bisa panen atau tidak, Alhamdulillah dengan gerakan pengendalian yang dilakukan, hama penyakit padi dapat teratasi dan kami bisa panen,” lanjutnya gembira.
Memang benar, di awal pertumbuhannya, tanaman padi di bulak Blendangan ini terserang penyakit. Hal ini diketahui saat petugas POPT bersama penyuluh melakukan pengamatan. Dari gejala yang timbul yaitu tanaman padi menjadi mengering kecoklatan dan tidak bisa tumbuh baik, akhirnya disimpulkan bahwa tanaman padi terserang kresek dan tekluk. Heri Johandi, S.P. selaku petugas POPT dan didukung oleh penyuluh pertanian Tegaltirto yaitu Jaelani Ma’nawi, S.Pt dan Siti Mutammimah, S.Pt kemudian berkoordinasi dengan kelompok tani Among Kismo untuk merencanakan gerakan pengendalian. Selain dengan kelompok, petugas juga berkoordinasi dengan Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit Tanaman UPTD Balai Proteksi Tanaman Pertanian Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta yang kemudian bersedia memberikan dukungan berupa pemberian agen pengendali hayati (APH) beserta pengerahan regu perlindungan tanaman (RPT) untuk membantu penyemprotan.
Dengan kerjasama yang bagus dan kompak antara kelompok tani, petugas UPTD BP4 wilayah VII, pemerintah desa Tegaltirto yang memberikan dukungan fasilitasi gerdal, pemerintah kecamatan Berbah, RPT Sembada, dan LPHPT UPTD BPTP DIY yang dikomandani Ir. Paryoto, M.P. akhirnya gerakan pengendalian (Gerdal) OPT padi dapat terlaksana pada hari Selasa tanggal 7 Juli 2020. Gerdal ini dilakukan menyeluruh pada tanaman padi di bulak Blendangan dengan luas kurang lebih 15 hektar.
Gerdal dilakukan dengan menggunakan APH yaitu berupa APH Paeni bacterium sp yang digunakan untuk mengendalikan penyakit Bacterial leaf blaight (BLB), APH Beauveria basiana untuk mengendalikan hama sundep (Tryporyza inotata sp) dan wereng coklat (Nilaparvarta lugens stal sp) dan APH PGPR (Plant Growth Promoting Rizobacterium) yang diaplikasikan untuk memberikan stimulan pada tanaman padi agar dapat menyerap unsur hara secara optimal. Dampak yang terjadi adalah pertumbuhan tanaman menjadi optimal hingga menjadi tanaman sehat, tahan dan dapat mengkompensasi serangan OPT yang mengganggu tanaman. Cara penggunaannya ketiga APH tersebut dicampur dengan tambahan tetes sumber makanan bagi APH kemudian disemprotkan secara merata pada tanaman. Dengan APH ini diharapkan sehingga pengendalian OPT lebih aman dan efisien.
Dan kini, gerdal yang dilakukan tersebut dapat memberikan hasil yang cukup memuaskan karena petani dapat melakukan pemanenan padi, dan produktivitas padi yang dihasilkan cukup bagus dan menggembirakan petani.
Oleh Siti Mutammimah, S.Pt
